
Hari rabu kemaren, tapatnya 1 Juli 2009, gw nonton film ini tepat di saat pemutaran premiere. Berhubung gw di rumah sedang giat-giatnya ngedownload lagu dan berkaskus-ria, makanya baru sempet gw bikin reviewnya sekarang.
Film produksi 20th Century Fox ini merupakan sekuel dari film sebelumnya , yaitu Ice Age : The Meltdown yang juga sekuel dari film pertamanya, Ice Age. Cerita masih berkitar pada karakter-karakter utama yaitu seekor Mammoth bernama Manny yang sekarang sudah berpasangan dengan Ellie, Mammoth yang muncul di Ice Age : The Meltdown. Manny masih ditemani Sid si Kungkang (bahasa Inggrisnya Sloth, gw sendiri belum begitu ngerti persisnya apa itu Kungkang, info lebih lanjut klik di sini) dan Diego si macan serta ditemani duo Possum, Crash dan Eddie.
Storyline
Cerita dimulai dengan sebuah intro dari Scrat si tupai yang masih terus berusaha mendapatkan buah ek kesayangannya (yang gw heran tiap kali udah dapet ga pernah dimakan, cuma dipeluk doang) yang kali ini ditemani Scratte, seekor tupai betina. Selanjutnya kisah mereka berdua selalu diselipkan di antara plot film yang berjalan. Dari intro berlanjut ke kisah Manny menantikan kelahiran anak pertamanya dari Ellie. Hal ini membuat Sid merasa iri dan ingin mempunyai anak juga untuk diasuh. Masalah dimulai ketika secara tidak sengaja Sid menemukan telur-telur anak dinosaurus dan mengasuhnya hingga menetas. Ibu dari ketiga bayi dinosaurus tersebut lantas mengamuk dan mengambil kembali anaknya. Lantas, Sid tidak mau melepas ketiga anak bayi dinosaurus tersebut dan terbawa ke dunia bawah tanah, dunia di mana dinosaurus masih hidup. Manny dan kawan-kawan pun memutuskan untuk ikut ke dunia bawah tanah tersebut untuk menyelamatkan Sid.
Dalam film ini juga muncul karakter baru yaitu Buck, seekor musang pendekar yang terobsesi untuk menaklukkan musuh abadinya, seekor dinosaurus bernama Rudy. Maka dari itu, rombongan Manny dan kawan-kawan dibantu Buck bertualang di dunia reptil raksasa bawah tanah untuk menyelamatkan Sid.

Review
Seperti film animasi 3D lainnya, film ini memberikan sebuah cerita melalui penggambaran animasi yang mengesankan. Tren film untuk anak-anak saat ini lebih cenderung kepada film animasi 3D daripada film yang diperankan oleh aktor. Dengan ini, anak-anak akan lebih tertarik untuk melihat kecanggihan animasi yang di dalamnya disisipkan nilai-nilai moral yang diberikan melalui penokohan karakter-karakternya. Meskipun begitu, film ini bukan berarti hanya untuk anak-anak, semua umur dirasa pantas untuk menonton film ini. Jalan cerita cukup berkualitas, tidak terlalu standar tapi tidak terlalu sulit juga, istilahnya mudah dicerna untuk semua umur. Tontonan yang gw rekomendasikan untuk keluarga di saat berlibur ini.




July 5, 2009 at 4:28 pm |
waaaa… pengen nonton ah! lu nontonnya di mana pan?
*padahal gue ga pernah sekalipun nonton yang pertama atau yang kedua. gagagaga,,
eh pan, gue ada rencana migrasi ke Ubuntu, tapi abis baca ulasan orang-orang ko Linux kaenya susah parah. Segalanya mesti pake baris perintah di Command… mesti ngetri kode-kode, mesti membuang kerangka pikir windows… heuh,
ada saran?
July 5, 2009 at 4:31 pm |
Gw nonton di Botani (males gw nyebut Boqer)
Lu ga usah nonton yang ke-1 ke-2 juga pasti ngerti lah…
Saran gw, ga usah pindah ke Ubuntu segala, soalnya secara umum sama kayak windows, terutama virusnya. Kalo mau pindah, Macintosh aja, bebas virus!
Atau ga tunggu Windows 7 aja bentar lagi.
July 6, 2009 at 2:02 am |
tapi windows gue udah ngeselin abis pan… huhu,, dan setelah gue liat Live Install-nya Ubuntu, jadi tertarik…