A Trip To Minahasa

July 20, 2009

IMG_3652

Sejak kelas 2 SMA, gw sekeluarga udah bercita-cita untuk liburan ke Manado. Akhirnya pada liburan kali ini, cita-cita itu terpenuhi. Hari Rabu sampai Jumat lalu, tepatnya tanggal 15-17 Juli 2009, gw menghabiskan waktu liburan gw dengan berlibur ke Tanah Minahasa, atau lebih tepatnya Sulawesi Utara. Berliburnya gw ke sini merupakan pertama kali gw mengunjungi daerah di Indonesia selain Sumatra, Jawa dan Bali.

Cerita berawal dari cita-cita, seperti yang gw tuliskan di atas, untuk berlibur ke Manado sejak kelas 2 SMA dulu. Waktu itu kita udah merencanakan obyek wisata yang akan dikunjungi saat liburan. Bali memang indah, tapi berhubung sudah pernah ke Bali, maka memutuskan untuk mencari tempat lain, maka 2 lokasi sudah didapat, yaitu Manado dan Lombok. Namun, berhubung kesibukan yang berbeda-beda dan sempitnya waktu tersedia, cita-cita itu baru tercapai di liburan kali ini. Berawal dari bokap yang mendapat dinas di Manado, kita pun berencana untuk liburan ke Manado. Rencana ini pun hampir gagal karena naiknya harga tiket pesawat dan sulitnya menyingkronisasikan waktu sekeluarga. Akhirnya, usut demi usut, waktu pun bisa disesuaikan dan tiket murah pesawat pun didapat dan berangkatlah kita.

Pada hari Rabu dini hari kira-kira jam 3 pagi, kita berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Di Soetta (Soekarno-Hatta), bokap gw berpisah sama gw, kakak gw dan nyokap karena bokap gw naik Garuda (akomodasi dinas) sedangkan gw, kakak gw dan nyokap naik Sriwijaya Air (swadaya). Sebenernya gw pengen naik Garuda sih karena pesawatnya Boeing 737-800 NG sedangkan Sriwijaya pesawatnya Boeing 737-400, selain itu kalau di Garuda dikasih makan siang, di Sriwijaya Cuma dikasih snack. Pesawat bokap gw transit di Bandara Hassanudin, Makassar sebelum ke Manado, sedangkan pesawat kita transit di Bandara Juanda, Surabaya, terlebih dahulu. Ada satu pemandangan menarik sebelum pesawat mendarat di Bandara Juanda yaitu terlihatnya Gunung Bromo yang indah dari udara. Akhirnya setelah perjalanan kurang lebih 3 jam, kami mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado pukul 11.00 WIB atau 12.00 WITA (di Manado menggunakan WITA). Lebih menakjubkan lagi, sebelum mendarat dari pesawat kita disuguhkan pemandangan Bukit Tomohon dan kota Manado beserta laut Taman Nasional Bunaken yang indah dan bersih dimana ditengahnya terdapat Pulau Bunaken dan Gunung Berapi Manado Tua. Pesawat kemudian berputar dan melewati shoreline Pantai Lakban yang indah dengan pasir putih dan laut biru muda yang indah sebelum akhirnya pesawat mendarat.

Akhirnya sampai juga di Manado, ibukota Sulawesi Utara, tanah Minahasa. Berhubung pesawat kita mendarat lebih dahulu daripada pesawat bokap, maka menunggulah kita di bandara. Selagi menunggu, gw datengin Tourism Information Centre dan mengambil beberapa brosur lokasi wisata di Sulawesi Utara, setelah itu ke weaving gallery untuk memotret-motret pesawat yang mendarat atau lepas landas. Setelah bokap sampai, kita dijemput pegawai Bank Mandiri cabang Manado dan diantarkan ke hotel di kota Manado. Dari hotel, bokap langsung pergi dinas ke Bitung, sedangkan kita tidur dan istirahat dulu di hotel setelah 3 jam berada di pesawat yang sempit.

Goin Underwater

IMG_3678

Hari kedua di Manado, kita sekeluarga berwisata ke Taman Laut Nasional Bunaken. Dari hotel kita naik taksi ke dermaga untuk naik boat ke Bunaken. Sampai di sana, langsung kita dikerebutin calo-calo yang menyewakan kapalnya. Untung di sana ada petugas dari Dishub yang menjaga jadi kita diberikan angkutan yang resmi dan naiklah kita ke sebuah boat. Boat ini berukuran cukup besar, bisa menampung hingga 20 penumpang, dan karena kita cuma berlima (gw sekeluarga ditambah teman kantor bokap yang juga berdinas) jadi terasa lega sekali. Susunan kursi berjajar seperti angkot, ada fasilitas kamar ganti buat yang pengen diving atau snorkling dan di antara deretan kursi tersedia tabung kaca yang dapat diturunkan sehingga dari boat tersebut kita bisa melihat pemandangan bawah laut yang terdiri atas beraneka ragam terumbu karang beserta biota-biota laut lainnya yang indah.

Perjalanan dari dermaga ke Bunaken memakan waktu 30 menit. Dengan angin laut yang menghembus damai membuat suasana jadi ngantuk tapi pemandangan kota Manado di bawah bukit Tomohon beserta pemandangan Gunung Berapi Manado Tua dari kejauhan, laut yang biru bersih dan tenang tanpa ombak menjadikan ngantuk itu hilang. Gw dan kakak gw asik memotret-motret pemandangan.

Mendekati Taman Laut Bunaken, warna laut yang sebelumnya biru tua kini didominasi warna biru muda yang berarti terdapat banyak terumbu karang yang kedalamannya cukup rendah dari permukaan laut. Tabung kaca di antara deretan kursi pun diturunkan melewati permukaan laut dan….Magnificent!! Pemandangan beraneka ragam coral reef berwarna-warni yang indah ditambah kumpulan ikan yang hidup di terumbu karang tersebut yang begerombol. Ikan-ikan yang bergerombol juga ikan-ikan yang indah, berwarna-warni dan berbgai bentuk. Ikan Ocellaris Clownfish yang terkenal lewat film animasi Finding Nemo pun bisa dilihat dari sini. Selain itu, di laut dalam Bunaken juga terdapat Sea Sponge yang dijadikan ikon kartun Spongebob Squarepants, sayang gw gak bisa liat karena ada di laut dalam dan perlu diving kalau mau liat. Terkadang di antara gerombolan ikan itu gw liat gelembung udara yang menyembur di dalam laut, setelah diliat ternyata para diver yang menyelam menikmati keindahan bawah laut di sana. Selain keindahan terumbu karang dan biota lautnya, Taman Laut Nasional Bunaken juga terkenal dengan struktur bawah laut yang terdiri dari banyak jurang, gua-gua laut dan terowongan karang.

IMG_3701

Setelah puas menikmati pemandangan bawah laut, boat merapat ke pier di Pulau Bunaken. Di sana kita singgah sebentar dan gw sama kakak gw menyewa peralatan untuk snorkling terdiri dari tabung snorkle, kacamata renang dan sepatu katak. Sebenarnya peralatan untuk meyelam juga disediakan, tapi kalau mau diving harus benar-benar seorang diver dan memiliki sertifikat. Gw dan kakak gw pun segera naik boat lagi dan menuju salah satu spot untuk untuk snorkling. Selama snorkling kita ditemani seorang pemandu yang bertugas menjaga kita takut-takut kita tenggelam. Setelah nyebur ke air dan menyelam, gw bisa melihat dengan mata gw sendiri secara langsung suatu keadaan yang indah. Gw berada di dalam laut, di antara terumbu karang yang indah dan ditemani gerombolan ikan-ikan kecil berwarna-warni, terkadang gerombolan ikan tersebut bisa banyak banget sampai bentuknya seperti angin puyuh. Untungnya karena gak jauh-jauh di dalam laut, gw gak ketemu ikan hiu. Lalu gw keluarkan biskuit yang udah diremukkin dan gw umpanin ke ikan-ikan tersebut. Gak usah susah-susah, cukup disebarkan di depan tangan dan gerombolan ikan pun langsung menyerbu ke arah tangan gw dan memakan dengan rakus, saking rakusnya sampe tangan gw digigit-gigit, tapi tenang saja, it doesn’t harm you at all. Sepanjang coral reef gw ngeliat beberapa bintang laut ditambah bulu babi dan benalu laut yang kalau disentuh bakal nguncup kayak putri malu. Kadang-kadang seking asiknya snorkling, beberapa kali gw sempet masuk ke daerah jurang laut (zona abisal) dan nyelem ke sana, tapi makin dalam gw masukkin dalamnya makin pekat, akhirnya gw balik lagi dah, gak berani gw.

Setelah kurang lebih 90 menit snorkling, kita pun balik ke boat dan balik ke Pulau Bunaken. Rencananya sih mau mandi karena badan dan mulut udah asin dengan air laut, tapi setelah tau air di kamar mandinya air laut, gak jadi deh, percuma saja. Kita sekeluarga pun pulang ke Manado dan mungkin karena kecapean setelah snorkling jadi ngantuk dan tertidur di boat.

Wisata Kuliner

DSC00900

Travelling tidak lengkap tanpa wisata kuliner, tidak terkecuali di Manado ini. Malam pertama di Manado kita makan di sebuah resto laut, menunya tentunya Sea Food. Malam itu kita makan Ikan Kuwe Bakar, Kerapu yang dimasak dengan sayur Woku Belanga, Calamari dan dilengkapi dengan Sambal Dabu-Dabu. Semuanya makanan khas Minahasa, selain Calamari tentunya. Woku Belanga merupakan masakan yang terdiri atas bumbu-bumbu macam cabe, lada hitam, jeruk nipis, daun jeruk dan tambahan lainnya. Rasanya berasa asam dan pedas. Maknyuss! Sedangkan Sambal Dabu-Dabu adalah sambal yang terdiri atas berbagai macam irisan sambal sepeti cabe, tomat, bawang dll. Rasa pedasnya diiringi rasa asam dari jeruk nipis. Pedasnya gak kalah mantap dari sambel bajak SS.

Paginya, dalam Buffet Breakfast di hotel, gw mencicipi Tinutuan atau Bubur Manado yang sudah terkenal di mana-mana. Bumbunya terdiri atas nasi (bukan bubur), jagung, kentang manis, labu, daun lemon, bawang putih dan lainnya. Rasanya bernuansa kecut dan asam serta gurih. Kalau disantap dengan sambal, top margotop deh!
Untuk kue, manisan dan oleh-oleh, dari Manado ada pastry yang terkenal yaitu Klappertaart, tart kelapa dengan kismis dan kacang kenari. Selain itu ada Bagea yang dibuat dari tepung beras dan kenari. Pokoknya kue khas Manado harus ada kenari-nyalah intinya.

Tinutuan-Bubur Manado

Well, that’s all the stories of my trip in the land of Minahasa. Sebenernya masih ada yang pengen gw tulis dari perjalanan di Sulawesi Utara macam ke Bukit Tomohon melihat Danau Linow yang berubah warna dari biru ke hijau toska pada waktu cerah yang dilanjutkan ke Danau Tondano yang terletak di kota Tondano. Selain itu, budaya dan perilaku suku Minahasa sangat bagus buat ditulis, tapi jadinya nanti post ini bakal terlalu panjang.

Pada hari Jumat, tepatnya setelah Shalat Jum’at kita kembali ke Jakarta dengan penerbangan pukul 13.30 WITA atau 12.30 WIB. Sama dengan sebelumnya, bokap gw harus terpisah karena naik Garuda, sedangkan gw, kakak gw dan nyokap naik Batavia Air. Penerbangan pulang kali ini cukup lebih baik dari keberangkatan karena Batavia Air yang gw naikin menggunakan Airbus A320 dan penerbangan langsung tanpa transit.

Menurut gw pribadi, gw harus kembali lagi ke sana suatu saat karena banyak obyek yang belum sempet gw liat. Seperti binatang Tarsius yang ada di Tangkoko Dua Sudara Wildlife Reserve, ikan purba Raja Laut atau yang terkenal dengan nama latin Coelacanth, serta ketika gw sudah bisa menyelam untuk melihat keindahan laut Bunaken lebih dalam.

NB : Semua foto dalam post ini murni foto dokumentasi gw ke sana, kecuali gambar terumbu karang bawah laut dan gambar tinutuan.

Indonesia, Ultimate In Diversity


Tempat Makan Di Bawah Rp 10.000,00 Sekitar Kampus (Part I)

June 29, 2009

Bagi gw sih Hidup Buat Makan bukan Makan Buat Hidup

Namanya daerah sekitar kampus, penjaja makanan dan minuman pasti menjajakan makanan dan minuman dengan harga di bawah rata-rata harga umumnya sebab pasar yang disasar adalah para mahasiswa kost-kostan dimana kondisi keuangannya terbatas. Hal ini berlaku di semua daerah kampus. Tapi, bukan berarti dengan harga murah, rasa masakan menjadi dikorbankan. Gw kurang setuju dengan ungkapan “Nek mahasiswa kui sing penting wareg, dudu penak’e”, kalau gw sih “Sing penting wareg, murah karo penak”, itu mah semua orang juga maunya begitu.
Jogja terkenal dengan wisata kulinernya, hali ini juga berlaku di kawasan Bulaksumur dan sekitarnya (Kampus UGM, UNY dan Universitas Sanata Dharma). Selama pengalaman gw berburu masakan berkualitas, gw mau berbagi sedikit rekomendasi tempat-tampat makan enak. Gratis lho, kalo di buku-buku rekomendasi tempat makan kan mesti bayar. Tempat makan gak disusun berdasarkan kategori karena post ini masih bersambung. Berikut yang udah pernah gw coba :

Sarapan Pagi
1. SGPC Bu Wiryo
Lokasi : Jl. Agro, Selokan Mataram, Belakang Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan.

SGPC atau Sego Pecel (Nasi Pecel) Bu Wiryo yang buka sejak 1959 ini sudah sangat terkenal. Banyak orang dari luar kota yang datang untuk mencicipi nasi pecel disini. Disini juga jadi langganan tokoh besar seperti Pak Boediono dan Andi Malarangeng sewaktu kuliah di UGM dulu. Campuran sayurnya hanya kacang panjang, tauge dan bayam yang disiram sambel kacang. Bagi gw, kayak Bondan bilang, rasanya Maknyuss! Selain itu, telor mata sapi yang dibuat disni benar-benar jernih tanpa gosong. Menu lain yang jadi andalan adalah Jus Tomat. Sayang, karena pamornya yang naik, maka harganya juga ikut naik. Sepiring nasi pecel harganya Rp 6.000,00, kalau ditambah telur, tambah Rp 3.000,00. Sudah tidak harga anak kost lagi.

2. Soto Sagan
Lokasi : Jl. Dewi Sartika, depan Warung SS Sagan
Lapaknya berupa warung tenda yang cuma buka tiap pagi. Soto yang disajikan berupa soto ayam dengan kuah santan dan segala atributnya. Rasanya gurih, dan kuahnya yang kental menjadi favorit meskipun kadang-kadang bumbunya kurang terasa. Harga soto Rp 4.000,00 dengan es teh/es jeruk Rp 1.000,00 dan Rp 500,00 untuk parkir kalau bawa kendaraan.

3. Bubur Ayam Jakarta
Lokasi : Jl. Agro, Selokan Mataram, depan Cheers Cafe.
Namanya jualan bubur ayam ya pasti cuma buka pagi, paling lambat tutup jam 11 siang. Bubur disini jadi langganan gw dan teman-teman selain karena rasanya enak, banyak mahasiswi cantik anak ekonomi, fisip atau psiko yang sarapan pake hot pants gitu, hehehe… Buburnya berisi suwiran ayam, cakwe, kacang dll. Seperti bubur lainnya, tapi bubur disini lebih terasa bumbu dan kuahnya, gak seperti bubur yang lain, terutama bubur di Burjo. Harga bubur ayam+es teh/es jeruk adalah Rp 4.500,00 ditambah Rp 500,00 buat parkir kalau bawa motor.

Sisanya ntar gw update lagi deh, soalnya masih kekurangan info mengenai tampat makan yang udah gw jajal.


SBY Anti Koruptor

June 29, 2009

Setelah sekian lama hiatus, akhirnya gw memutuskan buat mulai nge-post lagi. Kalau membuat review tentang film-film gw rasa udah banyak yang buat review jadi gw rasa ga perlu nulis post yang isinya sejenis, maka dari itu gw review mengenai sebuah software game dari sebuah kempanye pemilihan presiden dari salah satu calon, yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, presidenku (emang iya kan?).

preview-1Sebuah terobosan dalam dunia pemilihan presiden, yaitu kampanye menggunakan game. Game ini judulnya SBY Anti Koruptor. Sebuah game yang sederhana dan singkat, tapi cukup menghiburlah. Gw dapet game ini dari kakak gw, yang mengaku mendapatkan dari salah seorang dosennya yang bernama David Setiabudi. David Setiabudi dikenal sebagai pembuat game mini untuk anak-anak yang berjudul Divine Kids, game buatan Indonesia pertama, pasti pernah denger kan?

preview-5Nah, intinya game ini menunjukkan bahwa SBY giat memberantas korupsi, meskipun gameplay-nya gak menunjukkan usaha pemberantasan korupsi. Game ini dibagi jadi 2 stage, yaitu desa dan kota. Untuk stage desa, game berupa memukul tikus-tikus yang keluar dari lubang. Seperti kalau main di Timezone gitu loh. Untuk stage kota, game berupa SBY naik pesawat menembak tikus-tikus yang naik peswat. Singkat dan sederhana. Dan di akhir game, kalau berhasil, pasti muncul slogan yang melambangkan Partai Demokrat.

preview-8Menarik juga melihat terobosan baru kampanye lewat game. Apapun pilihannya nanti semoga presiden kita selanjutnya adalah presiden yang tepat. Sesuai iklan sosialisasi pemilu di kereta, “Pemilih Cerdas Memilih Pemimpin Berkualitas”.

LANJUTGAN!


Airbus A320 Dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

May 23, 2009

Untuk meningkatkan kapasitas bandara yang dinilai sudah tidak memadai, PT Angkasa Pura II membangun terminal baru yang disebut Terminal 3 atau T3.

Hari Kamis kemarin, 21 Mei, gw pulang ke Bogor dari Jogja naik pesawat. Alasan kenapa gw pulang sebenarnya berawal dari ajakan beberapa temen yang mau pulang tanggal 21 Mei. Sebutlah mereka bernama Galih dari Bekasi, Latief dari Tangerang sama Ryan dari Jakarta (nama asli loh). Awalnya gw gak ada niat pulang karena pemilu kemarin gw udah pulang, tapi begitu melihat bahwa hari Kamis libur ditambah Jumat ga ada kuliah (masa?) dan hari Sabtu dan Minggu kosong, gw jadi berminat buat ikut. Ditambah hari Sabtu ada Smansaday lagi. Makanya gw pun memutuskan buat pulang lagi! Oke, rencana kita pulang hari Kamis dan balik lagi hari Senin. Iseng-iseng lah kita cari tiket promo. Eh, eh, dapet lah kita tiket promo, yeah! Air Asia hari Kamis, tanggal 21 Mei 2009, penerbangan sore harga tiketnya IDR 197.000. Yah, karena belinya di agen tiket kena charge lah jadinya IDR 217.000. Perlu diketahui kalau tiket promo semakin jauh hari kita memesan harganya semakin murah, bisa sampe hanya IDR 35.000 loh. Cuma, namanya tiket promo kan non-refundable ticket, jadi kalau pas hari keberangkatan kita ada urusan mendadak dan ngebatalin tiket, uang kita hangus lah. Tiket Air Asia ini gw beli 2 minggu sebelum keberangkatan, sebelumnya waktu gw balik ke Jogja dari Bogor bulan lalu, gw beli tiket Lion Air H-3 sebelum keberangkatan harganya cuma IDR 270.000. Makanya kita mesti pinter-pinter nentuin waktu kalau mau cari tiket promo. Lalu penerbangan sore lebih murah daripada penerbangan sore karena penerbangan sore umumnya cuacanya kurang baik. Nah, kalau gw naik kereta api eksekutif kayak Bima dan Taksaka, budget yang gw keluarin sekitar IDR 190.000-220.000 dengan waktu perjalanan sampai di Stasiun Gambir 8 jam, belom ditambah buat KRL Pakuan Ekspress. Sedangkan naik pesawat dengan harga lebih mahal sedikit tapi lebih efisien karena hanya dalam 1 jam sudah sampai di Cengkareng.
Hari-H, kita memutuskan buat cari tumpangan sendiri-sendiri ke Bandara. Gw numpang sodara gw buat nganterin ke airport naik motor, daripada naik taksi keluar IDR 35.000, toh gw gak bawa bagasi ini. Sampe di Bandara Adisutjipto, check in, sholat dan bla bla bla, akhirnya kita boarding jam 16.30.

DSC00805

Air Asia menggunakan pesawat baru Airbus jenis A320. Umumnya maskapai penerbangan pake pesawat Boeing 737-400. Lion Air kemarin gw naikin pesawatnya Boeing 737-900 ER, pesawat keluaran Boeing terbaru juga. Nah, kebetulan gw kepingin ngerasain gimana rasanya naik Airbus. Secara umum sih sama saja, tapi bunyi mesin turbin Rolls-Royce pada A320 lebih halus dari bunyi mesin Boeing 737-400. Gw lebih suka bunyi mesin General Electric pada Boeing 737-400 karena suaranya lebih menggelegar.

DSC00821

Selama penerbangan, cuaca kurang bersahabat dan terkadang pesawat mengalami turbulensi. Dengan keadaan pesawat kurang stabil karena turbulensi, ditambah ibu-ibu yang duduk di sebelah gw zikir sambil pegang tasbih dengan sangat khusyuk, gw sempat was-was dan berprasangka buruk bakal ada apa-apa, untunglah pesawat mendarat dengan selamat dan sampai on-schedule.

DSC00830

DSC00832

Terminal 3! Akhirnya gw bisa ngerasain terminal baru di Bandara Soetta ini. Terminal yang baru selesai dibangun dan diresmikan bulan April 2009 ini memiliki arsitektur modern dengan konsep eco-futuristik, sebuah desain modern dengan konsep yang ramah lingkungan. Konsep desain yang sama dengan arsitektur Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Menurut gw, dari segi desain, terminal ini lebih bagus daripada desain KLIA. Terminal 3 ini baru dioperasikan 2 maskapai penerbangan, yaitu Indonesia Air Asia dan Mandala Airlines. Bangunan berbentuk huruf L, terdiri atas 2 lantai. Lantai 1 untuk Kedatangan dan Lantai 2 untuk Keberangkatan.

DSC00836

DSC00839
Turun dari pesawat kita berjalan masuk ke terminal dan langsung dihadapkan ke ruang Baggage Claim (Pengambilan Bagasi) yang dilanjutkan ke terminal kedatangan. Fasilitas yang sudah tersedia antara lain layanan Transit, Lost And Found, Information Centre, layanan internet dan layanan standar bandara pada umumnya. Kelebihannya disini ada fasilitas air minum gratis. Sayangnya tenant pengisi tempat makan disini masih sedikit, baru ada Circle-K, J.Co dan CFC. Gw yang waktu itu kelaparan karena belom makan akhirnya membeli nasi teriyaki di CFC dengan minum dari fasilitas air minum gratis, kere banget yaks! Akhirnya kita berpisah dengan pulang ke rumah masing-masing dan gw naik Damri ke Bogor.


Live Report From INDO DEFENCE 2008 & INDO AEROSPACE 2008 EXPO & FORUM

November 23, 2008

idd08-jpeg1

Hari kamis, tanggal 20 November 2008, tepatnya habis kuliah sore hari, gw pulang ke Bogor. Dengan menggunakan kereta malam Bima, gw merelakan ga ikut asistensi praktikum Analisis Struktur Statis Tertentu sama kuliah susulan Struktur Bangunan untuk satu tujuan, Indo Defence 2008 & Indo Aerospace 2008 Expo & Forum.

Hari Kamis jam 10 malam gw pulang naik kereta Bima dan sampe di Jakarta Jumat pagi kira-kira jam 7 pagi. Hah, meski baru 6 minggu gw ninggalin rumah buat kuliah, tetep aja begitu sampe Jakarta lagi gw ngerasa udah lama banget. Akhirnya gw bisa ngeliat pencakar langit lagi, jalan tol dan tentunya rumah..

Hari Sabtunya gw berangkat ke Lanud Halim Perdana Kusuma buat nonton Indo Defence. Kira-kira jam setengah 12 gw sampe dan beli tiket yang seharga IDR 100. 000. Mahal sekali untuk sebuah pameran ya, tapi apa boleh buat, demi pengalaman, seperti biasanya.

Mulai dari Aircraft Static Display di apron bandara Halim P. K., dari paling ujung dipamerkan Helikopter NBell 412 dan NBO-105 milik angkatan darat, gw ga nyangka kalo NBO itu udah operasi sejak 1978, padahal masih bagus ditambah helikopter itu mengusung armament roket FFAR. Selain itu, termasuk salah satu yang gw tunggu, CN-235 MPA yang baru dibuat PT DI dan dioperasikan TNI-AU dipajang di sana. CN-235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) ini berfungsi sebagai radar pemantau wilayah udara nasional, tapi bisa juga berfungsi sebagai AWACS. Sebagai indra pemantaunya digunakan radar SLAMMR buatan Thales. Oya, pesawat ini boleh dinaikin. Selain CN-235 juga ada NC-212 yang berfungsi sama. Selain itu ada display Hovercraft TNI-AL buatan dalam negeri ditambah Fast Boat dan Sea Raider (andalan Detasemen Jala Mangkara dalam operasi amfibi) buatan dalam negeri, semuanya lengkap dengan senjata mesin GPMG. Ada juga display ranpur 6 x 6 buatan PINDAD untuk TNI-AD versi camo dan UN (lengkap dengan Gunner Station dengan armament SPG dan FN MAG), Ground Station Vehicle Polri dan TNI-AD, juga display ranjau laut TNI-AL.

Berpaling dari Aircraft Static Display, gw masuk ke Exhibition Centre. Di sini ada 3 Hall yaitu Hall A, B, dan C. DI Hall A ada stand TNI yang sayangnya isinya lebih diutamakan mengenai sejarahnya. Ada juga stand industri strategis dari Russia, tentunya ada stand Sukhoi yang paling gw tunggu dan stand Brahmos, industri peluru kendali Rusia-India. Di Hall B isinya stand industri senjata asal Amerika, Jerman dan Korea yang menurut gw kurang menarik karena tidak diisi oleh industri besar macam Boeing, Lockheed Martin, dll. Di Hall C paling menyenangkan. Yang paling menyorot perhatian tentunya BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis). Di dalamnya termasuk PT INKA, PT DI, PT PINDAD, PT PAL, PT Krakatau Steel dan lain-lain). Paling menyenangkan di PT PINDAD, ada display Panser 6 x 6 dengan Mounting Canon 90mm juga display senjata buatan PINDAD macam pistol P1, P2, P3 dan P3 Socom, Senapan Serbu (SS) SS-1 V1, SS1-M2 (Marinized), SS2-V1 dan SS2-V4(dengan Scope). Semua boleh dipegang dan dicoba, tentunya tanpa peluru. Oya di sana juga ada stand Universitas. Ada UGM yang isinya Teknik Kimia yang melakukan riset propelan untuk bahan bakar roket, ITS, ITB yang isinya Teknik Penerbangan (tentunya!) yang gw gagal masuk lewat USM dan STEI untuk teknologi komunikasi militer. Lantas hal ini membuat gw berpikir, gw kuliah di Teknik Sipil, sedangkan gw punya hobi dan minat di bidang seperti ini. Apakah gw salah kuliah? Ah ga tau ah.

Yang jelas, gw cukup puas nonton INDO DEFENCE ini, dan gw akan ikut lagi INDO DEFENCE 2010. Hah, balik ke Jogja tugas numpuk lagi dah. Fiuhh….