Dalam memperingati Hari Kartini, di Teknik Sipil diadakan serangkaian acara yang bernama “All The Ladies”.
Salah satu rangkaian dari acara itu adalah pemilihan Dimas-Diajeng teknik sipil, semacam pemilihan Abang-None atau Mojang-Jajaka gitu, tapi ini cuma tingkat jurusan, jadi bukan acara besar juga lah. Dari 8 pasangan yang ikut berkompetisi, gw ikut sebagai salah satu peserta. Bagaimana ceritanya gw yang ga pernah tampil di muka umum ini bisa ikutan? Kita simak runtutan ceritanya di bawah ini.
Awal Mula
Semua berawal ketika UTS Statistika dan Probabilitas, UTS terakhir, selesai. Seorang teman sekelas yang bernama Hikmah sedang bete mukanya karena temennya yang lain, namanya Tata, nyuruh-nyuruh dia buat ikutan Dimas-Diajeng buat ngewakilin kelas B (kelas gw), sedangkan dia sendiri ga mau. Gw yang lagi lewat gitu tiba-tiba dikasihin kertas sama dia yang ternyata kertas formulir pendaftaran Dimas-Diajeng. Dan secara tiba-tiba (lagi) gw yang disuruh-suruh sama Tata buat ikutan.
“Van, kamu ikutan ya bareng Hikmah buat jadi Dimas-Diajeng ngewakilin kelas B?”
“Dimas-Diajeng?Semacam Abang-None gitu?”, jawab gua.
“Iya, ayo dong buat kelas B!!”
“Kenapa mesti aku (kalo ngomong sama orang non-Jabodetabek mesti pake aku-kamu), yang lain aja lebih cocok kayak c Mr. X”, bales gw lagi.
“Ayo dong, soalnya ga ada yang lain kamu sama dia sama-sama tinggi, jadi cocok,”
Gw yang tidak berminat, berkata, “Tuh, c Hikmah-nya ga mau, jadi ga usah ya…”.
Pembicaraan hari itu pun berakhir.
Hari Selasa, H+3 pasca obrolan di atas dan H-1 acara pemilihan Dimas Diajeng, gw pergi ke Toko Buku Toga Mas mencari kado ulang tahun buku bacaan. Di tengah asik-asiknya membaca, tiba-tiba c Hikmah nelpon nanya persiapan gw buat besoknya. Gw spontan bingung, besok apanya? Terus dijawab, “Dimas-Diajeng!!”. Oh sh*t!!! Gw yang jelas-jelas keberatan buat ikutan acara kayak gitu karena gw ga bisa ngomong di depan ditambah mendadak begini otomatis menolak matang-matang mentah-mentah. Tapi, c Hikmah terus memaksa ditambah temen-temen sekelas nyuruh-nyuruh, akhirnya gw pun meng-iya-kan secara ga langsung.
Persiapan
Dresscode-nya adalah Batik. Jadi, ga masalah buat gw, tinggal memakai Batik Pekalongan yang gw punya itu. Tapi c Hikmah ga punya dan dia ngajakin buat nyari batik ke Mirota Batik. Aduh, buat acara sekali aja pake beli, padahal di Mirota Batik harganya kisaran 80-200 ribuan. Akhirnya kita berangkatlah secara terpisah. Setelah sampe di Mirota Batik, dia sms, “Nanti jam 4 jemput di kostan ya, tadi dompetnya ketinggalan, hheee…”, Masya Allah….apa salah hamba-Mu ini ya Allah. Menunggu jam 4, gw yang udah di Mirota Batik pun melanjutkan saja ke dalam toko, mencari kado ulang tahun satu set Poker Wayang. Pada akhirnya karena ada bentrokan jadwal antara gw dan Hikmah, ga jadilah kita mencari batik bersama dan Hikmah pun mencari batik sendiri atau sama siapalah.
Hari-H
Semalam c Hikmah bilang masing-masing dari kita suruh buat 200 kata tentang diri sendiri dan tentang wanita zaman sekarang, ada di formulir pendaftaran. Bodohnya, tanpa membaca formulir, 200 kata yang harusnya diketik itu gw anggap sebagai bahan pidato, jadi gw cuma mengingat-ingat di kepala aja tanpa ditulis. Toh, gw lagi sibuk bikin Peta Kontur.
Paginya, gw jemput Hikmah di kostannya. Setelah tahu kalau 200 kata itu mesti diketik, keadaan jadi panik. Rencana diubah dari perjalanan ke kampus menjadi ke warnet. Saking buru-burunya, sambil ngetik, sambil ganti baju pake batik dan disisirin c Hikmah. Setelah selesai kita pun berangkatlah ke kampus. Di sini gw bener-bener ga ada persiapan, bahkan gw ga melampirkan piagam. Eh, tapi emang gw punya prestasi apa?
Acara diadakan di Ruang Sidang Biru JTSL FT UGM. Pada saat acara, kita kebagian nomor urut 2. Ga habis-habis dah Bad Luck gw tuh. Pasangan pertama nampilin puisi. Spontan kita yang punya persiapan buat apresiasi seni langsung panik. Secara dadakan, gw bikin aja semacam renungan tentang wanita (temanya tentang wanita), isinya gw ambil dari artikel yang gw pernah baca waktu SMA dulu.
Oke. Akhirnya kita maju. Pertama dimulai dengan perkenalan, presentasi tentang profil diri sendiri, prestasi dan dilanjutkan dengan apresiasi seni. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Lalu gw dan Hikmah diberi pertanyaan masing-masing. Gw dapet pertanyaan, “Apakah hubungannya lingkungan dengan manusia?”. Gw jawab aja dengan bla…bla…bla..yang jelas secara singkat, singkat sekali malah sampe MC-nya nanya, “Sudah segitu aja? Yakin?”. Secara keseluruhan penampilan kita lumayan baiklah. Setidaknya, tidak memalukan, menurut gw. Perkara menang c gw gak peduli. Syangnya, gw ga ikut acara sampai akhir. Soalnya seselesai kita tampil tadi bertepatan dengan waktu kuliah Kalkulus II. Dan gw lebih memilih ikut kuliah…..